Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Agustus 2011

Opisisi Libya Bubarkan Kabinet



AFPPemimpin Dewan Transisi Nasional (NTC) Libya Mustafa Abdel Jalil memberikan sebuah konferensi pers di markas NTC di Benghazi, bagian timur Libya pada 6 Agustus, 2011.

BENGHAZI, KOMPAS.com - 
Oposisi Libya, Senin (8/8/2011), membubarkan komite eksekutifnya, atau kabinet, setelah kesalahan prosedur dalam menangani penembakan hingga mati seorang panglima militer 12 hari lalu.
Komite eksekutif beranggotakan 14 orang, dibubarkan dan akan dibentuk yang baru yang diketuai Perdana Menteri Mahmoud Jibril, kata direktur media Dewan Transisi Nasional (NTC), Shamsiddin Abdulmolah. Panglima militer pemberontak Abdel Fattah Younes tewas 28 Juli setelah ditahan NTC untuk diperiksa mengenai persatuan NTC.
Para pemimpin oposisi menuduh pembunuhan itu dilakukan unsur-unsur yang setia kepada pemimpin Libya Moammar Khadafy. "Mereka semuanya dipecat," kata Abdulmolah kepada Reuters. "Ada kesalahan administratif di sana, mereka bertanggung jawab."
Pembunuhan Younes, mantan menteri dalam negeri pemerintah Khadafy yang membelot ke pihak oposisi segera setelah pemberontakan Libya dimulai, memukul gerakan oposisi dan menimbulkan kekhawatiran terjadinya perang di kalangan faksi oposisi itu. Para pendukung Younes, termasuk para pemimpin sukunya, menuntut dilakukan penyelidikan penuh dan transparan, di tengah-tengah perundingan bahwa pesaing-pesaing di kelompok oposisi mungkin  bertanggung jawab.
NTC, yang dipimpin Mustafa Abdel Jalil dan diakui sekitar 30 negara, tidak terkena dampak pembubaran lembaga eksekutif itu dan sejumlah anggota mereka akan duduk kembali bila satu komite baru dibentuk, kata Abdulmolah. "Ini adalah bagian dari pematangan revolusi, memegang tanggung jawab rakyat." tambahnya. "Ini sehat. NTC masih tetap pemegang kekuasaan tertinggi."
Pembunuhan Younes sangat mencemaskan pihak Barat yang mendukung pemberontak itu termasuk Amerika Serikat dalam perang saudara hampir enam bulan itu tetapi kecewa karena kurangnya persatuan di kalangan mereka dan khawatir akan  pengaruh Islam. "Melihat kurang prestasi beberapa anggota komite eksekutif sehubungan dengan krisis ini dan insiden ini, Dewan memutuskan membentuk satu komite baru," kata juru bicara pemerintah Abdel-Hafiz Ghiga kepada stasiun televisi Al Jazeera.
Younes adalah anggota dari kelompok kudeta tahun 1969 yang membawa Khadafy berkuasa. Ia menduduki posisi-posisi senior dalam pemerintah Khadafy sebelum membelot
.

Kerusuhan Terus Berkobar di London


Daily MailPara penjarah di London umumnya remaja dan sedang dalam liburan sekolah.

LONDON, KOMPAS.com — 
Penduduk London serta sebagian wilayah Birmingham dan Liverpool bersembunyi di dalam rumah saat para perusuh bertopeng dan bertudung membanjiri jalanan. Mereka ketakutan keluar rumah. Sementara polisi tak berdaya menghadapi para perusuh itu, yang sebagian besar pemuda, bahkan remaja, saat mereka menjarah atau merampok toko-toko di sepanjang jalan utama London.
Kerusuhan tersebut dipicu kasus penembakan mematikan oleh polisi terhadap seorang pria 29 tahun yang diduga anggota geng pada pekan lalu. Kerusuhan pecah Sabtu malam dan telah berlangsung tiga hari berturut-turut. Senin (8/8/2011) kemarin, penjarahan dimulai pada siang bolong.
Dari London, penjarahan menyebar ke Birmingham, sekitar 120 mil dari London. Polisi di sana mengatakan, sejumlah tempat di pusat kota Birmingham telah diserang. Sejumlah jendela toko hancur dan barang-barangnya dijarah. Seorang juru bicara polisi di Birmingham mengatakan, para petugas telah berpatroli ekstra.
Kerusuhan dan penjarahan yang terus meluas itu membuat Perdana Menteri Inggris David Cameron memperpendek liburan musim panasnya di Italia. CNN melaporkan, kantor Cameron telah mengumumkan bahwa ia akan kembali ke London pada Senin malam.
Para penjarah menghancurkan jendela-jendela toko, menjarah isinya, melemparkan bom bensin, menyulut kembang api, serta membakar bangunan dan kendaraan. Mereka juga merusak bus dan mengejek polisi anti huru-hara. Petugas pemadam kebakaran bahkan dicegah atau tidak mampu mengatasi banyaknya lokasi kebakaran yang dipicu para perusuh, yang kebanyakan membawa kaleng dan botol alkohol.
Penjarahan pada hari ketiga bermula di Hackney, London timur, kemarin siang. Kelompok-kelompok besar pemuda—banyak dari mereka berusia tidak lebih dari 16 tahun—berkumpul di sudut-sudut jalan pada sore hari. Toko-toko pun mulai menutup tirai dan perdagangan dilakukan terbatas. Para pelintas berhenti untuk menonton pemuda itu beraksi. Menjelang sore, helikopter polisi terlihat melayang di atas kawasan itu saat perusuh membakar sampah dan mobil, menghancurkan bagian depan toko-toko, dan menantang polisi anti huru-hara.
Kebakaran hebat juga terjadi di Croydon, London selatan. Di sana, toko-toko furnitur besar ludes dilalap api. Di kawasan Clapham, department store Debenhams yang berupa bangunan tiga lantai dibanjiri penjarah. Mereka terlihat membawa barang-barang dari toko itu.
Toko-toko peralatan listrik, toko perhiasan, toko olahraga, dan toko ponsel menjadi sasaran di seluruh London. Para penjarah itu umumnya remaja dan sedang dalam liburan sekolah. Polisi pun meminta para orangtua untuk menghubungi dan meminta anak-anak mereka pulang ke rumah
.

Postingan Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.