Tampilkan postingan dengan label Resensi Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi Buku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Agustus 2011

Sejarah Para Khalifah


Judul Buku: Sejarah Para Khalifah
Penulis: Hepi Andi Bastoni
Penerbit: Pustaka Al-Kautsar
Cetakan: Pertama, April 2008
Halaman: 436
Umat yang besar adalah umat yang mengetahui sejarah pendahulunya. Dengan mempelajari sejarah, sebuah bangsa bisa mengukir kejayaannya. Salah satu kekayaan Islam adalah sistem pemerintahan yang sering disebut sebagai khilafah. Pada masa-masa awal, yaitu masa khulafaaur Rasyidin, penerapan sistem pemerintahan masih berjalan di garis lurus. Namun setelahnya berganti banyak khalifah yang menerapkan sistem kekhilafahan tetapi mengabaikan sistem politik Islam.
Buku ini menyajikan sejarah khalifah secara komplit dati masa Abu Bakar Ash-Shiddiq hingga Abdul Majid II, yaitu khalifah yang memimpin Turki Utsmaniyah. Dalam buku ini dipaparkan tentang pergantian pemimpin dan pergulatan politik dalam sejarah Islam. Ada profil khalifah yang baik hati, berbuat adil, dan dicintai rakyatnya. Namun ada pula khalifah (baca: raja) yang hidupnya berfoya-foya, mengabaikan nasib rakyat yang menderita, bahkan tega melakukan pembunuhan demi mengejar kekuasaan.
Meskipun banyak buku yang menyajikan sejarah para khalifah, tetapi sebagian besarnya adalah karya terjemahan baik dari bahasa Arab maupun bahasa Inggris. Sedangkan buku karya anak negeri yang merangkum seluruh khalifah barulah buku ini. Penulisnya adalah wartawan yang pernah bekerja di Majalah Sabili dan mengasuh rubrik khusus seputar para tokoh dunia.
Dengan menelaah sejarah para khalifah kita bisa mengambil banyak pelajaran berharga, terutama cara berpolitik dan bernegara. Tidak selamanya praktik politik itu kejam, bahkan kesejahteraan rakyat dapat tercapai melalui aktivitas politik yang bersih dan lurus.

Resensi buku Membongkar Rahasia Jaringan Cinta Terlarang Kaum Homoseksual


Resensi buku Membongkar Rahasia Jaringan Cinta Terlarang Kaum Homoseksual
Judul : Membongkar Rahasia Jaringan Cinta Terlarang Kaum Homoseksual
Penulis : Rama Azhari & Putra Kencana
Penerbit : Hujjah Press
Tahun Terbit : Oktober, 2008
Halaman : 182
Kasus mutilasi yang dilakukan oleh Very “Ryan” Idham menghebohkan masyarakat Indonesia. Terutama setelah terungkap bahwa ternyata salah satu motif pembunuhan itu karena cemburu, dan ironisnya lagi adalah yang dicemburui adalah sesama lelaki. Ya, Ryan adalah seorang homoseksual, alias penyuka sesama jenis.
Fenomena homoseksual ternyata bukan sesuatu yang ditabukan, terutama oleh masyarakat Amerika dan Eropa. Sebagaimana dijelaskan di buku ini, ternyata para pemuka agama Yahudi dan Kristen dengan terang-terangan mengaku dirinya adalah gay. Pemimpin agama Yahudi yang mengidap kelainan homoseksual antara lain: Rabbi Lionel Blue, Rabbi Malka Drucker, Rabbi Steven Greenberg, dll (halaman 31) Sedangkan di agama Kristen, Gene Robinson (seorang gay) dilantik menjadi uskup di Keuskupan New Hampshire Amerika Serikat (halaman 167).
Di Indonesia sendiri, banyak sekali tempat bertemunya para homoseksual yang dikenal dengan istilah “ngeber” (lihat halaman 73-87) Bahkan ada pula persatuan orang-orang homo yang dikenal dengan nama Gaya Nusantara dengan dewan pembina Dede Oetomo, Julia Suryakusuma, dll (lihat halaman 92-95).
Selain dunia nyata, dunia maya merupakan sarana paling strategis bagi berkumpulnya para penyuka sejenis ini. Tercatat ada beberapa situs yang digunakan sebagai forum, website resmi, bahkan juga situs-situs jejaring sosial. Dan, hal ini sangat memprihatinkan.
Memang homoseksual adalah penyakit, yang jika mau berobat dengan tekun, Insya Allah akan sembuh. Banyak orang yang punya ketertarikan terhadap sesama jenis, namun setelah menikah dan punya anak, perilakunya ini sedikit demi sedikit hilang. Paling penting adalah bagaimana masyarakat sekitar mau peduli terhadap orang yang punya kecenderungan homoseksual dengan tidak mencemoohnya, tetapi berusaha menyadarkannya dengan cara yang bijaksana.
Buku ini menurut saya bagus untuk dibaca. Selain memaparkan fenomena homoseksual, juga mengangkat bagaimana cara menyembuhkan kelainan seksual ini. Sayangnya, kenapa penulis buku ini (Rama Azhari & Putra Kencana???) tidak disebutkan biodatanya sehingga bagi para pembaca bisa berdialog ataupun konsultasi seputar permasalahan homoseksual dan penyembuhannya. Namun, bagaimanapun juga buku ini memberikan sumbangsih dalam dunia perbukuan dan dapat memberikan pencerahan bagi para pembacanya.

Sang Pemimpi vs Ketika Cinta Bertasbih


sang20pemimpi20gdheketika-cinta-bertasbih
Seminggu ini saya berusaha menamatkan dua novel yang akan difilmkan yaitu Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dan Ketika Cinta Bertasbih 1 & 2 karyaHabiburrahman El-Shirazy. Selesai membaca kedua novel ini, sebagai pembaca pemula, saya punya uneg-uneg untuk dituangkan dalam tulisan sebagai curhat.
Sang Pemimpi berkisah tentang dua orang sahabat, Ikal dan Arai, plus teman satu kostnya yang bernama Jimbron. Dua tokoh ini punya impian yang, bagi penduduk kampung Belitong, sangat tinggi, yaitu menginjak altar suci Universitas Sorborne Prancis. Sedangkan Ketika Cinta Bertasbih bercerita tentang percintaan yang melibatkan tokoh-tokoh seperti Azzam, Furqon, dan Fadhil, serta melibatkan beberapacewek akhwat seperti Elliana, Anna, Tiara, Cut Mala, dll. Dari dua novel ini ada perbedaan setting lokasi. Sang Pemimpi di Belitong dan sedikit di Jakarta, sedangkan Ketika Cinta Bertasbih mengambil setting di Mesir dan Solo.
Andrea Hirata mampu meramu tulisannya sehingga seolah-olah kita sedang menonton adegan yang menghibur. Deskripsi cerita, dialog, dan penokohan diolah sedemikian alami sehingga tidak terkesan berlebihan, namun punya pesan yang jelas. SedangkanHabiburrahman meramu tulisannya dengan pesan yang sangat kentara, bahkan terkesan menggurui. Sedangkan cerita yang terkadang tidak masuk akal, dibuat begitu dramatis sehingga mirip dengan cerita sinetron besutan Om-om India. Dan, sebenarnya Ketika Cinta Bertasbih daripada difilmkan lebih cocok disenetronkan. Karena ceritanya bisa menyulut emosi, menguras air mata dan dibuat muter-muter dalam beberapa seri.
Segmen Sang Pemimpi adalah para remaja sekolah, pendidik, dan masyarakat pada umumnya. Bisa dikatakan, sebagai cermin Islam Indonesia yang toleran, bergaul dengan agama lain, tidak terlalu saklek dan militan. Bahkan di novel ini disebutkan bahwa Jibron diasuh oleh Pendeta Geovanni yang tidak mendoktrinnya apalagi punya missi, bahkan sangat menghormati agama Islam yang dipeluk Jimbron.
Sedangkan Ketika Cinta Bertasbih sasarannya adalah para ikhwan dan akhwat yang Islamnya militan, yang jika membayangkan wajah sang kekasih saja harus segera beristighfar, dan mendiskripsikan kesalehan seseorang diukur dari seberapa rapat menutup auratnya. Di sela-sela cerita juga disebutkan tentang bagaimana musuh-musuh Islam sangat membenci Islam, Yahudi yang dapat mencetak uang dan senjata, serta cerita-cerita yang membakar ghirah (semangat) berjihad. Dan, ini sangat cocok bagi para aktifis dakwah, pejuang khilafah, dan pendamba Islam Kaffah.
Semoga dengan karya-karya sastra yang beragam ini dapat memperkaya cakrawala pembaca Indonesia dengan bermacam-macam ideologi dan pola pikir.

Postingan Lama Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.